heder

KETUA MA RESMIKAN 85 PENGADILAN BARU DI MELONGUANE

Jakarta, (22/10/2018) - Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung RI. Ketua   Mahkamah  Agung   Prof. Dr.   M. Hatta Ali, S.H., M.H  meresmikan pengoperasian 85 pengadilan baru di Melonguane Kabupaten Talaud,  pada Senin 22 Oktober 2018. Acara peresmian tersebut sengaja di selenggarakan di Melonguane sebagai    salah satu kota yang terletak di wilayah terluar Indonesia.

Sebelumnya Kabupaten Talaud dengan ibu kota Melonguane termasuk dalam wilayah hukum Pengadilan Negeri Tahuna di Kabupaten Sangihe, padahal antara Kabupaten Talaud dengan Kabupaten Sangihe terpisah oleh laut. Dua kabupaten tersebut hanya bisa ditempuh dengan transportasi udara dengan rute Talaud-Manado-Sangihe sehingga masyarakat yang berdomisili di Kota Melonguane untuk bisa datang ke Pengadilan Negeri Tahuna harus terbang naik  pesawat ke Manado terlebih dahulu baru terbang lagi ke  Kabupaten Sangihe tempat Pengadilan Negeri Tahuna berada. Sekarang dengan berdirinya Pengadilan Negeri Melonguane, maka masyarakat yang tinggal di Kabupaten Talaud tidak perlu lagi harus menggunakan pesawat untuk datang ke pengadilan.

Ketua Mahkamah Agung Prof. Dr. M. Hatta Ali, S.H., M.H. mengatakan bahwa terbentuknya pengadilan baru tidak semata-rnata ditujukan untuk berdirinya sebuah bangunan pengadilan di suatu daerah yang wilayah administratifnya mengalami  pemekaran,  namun yang lebih penting adalah bisa lebih mendekatkan akses keadilan kepada masyarakat dan para pencari keadilan yang  domisilinya jauh dari  lokasi pengadilan.   Kendala geografis  diwilayah-wilayah   tertentu   seringkali  menyulitkan  bagi  para pencari   keadilan  untuk  bisa   datang   langsung  ke  pengadilan,  baik   karena jarak   antara   pengadilan  dengan tempat tinggal para  pencari keadilan  yang sangat jauh  atau  disebabkan  karena  kondisi alam yang   sulit dilalui   oleh alat   transportasi,  baik   darat   laut maupun udara,  sehingga pada  daerah-daerah  tertentu  untuk  bisa   sampai  ke  pengadilan   memerlukan    perjuangan yang sangat  berat   dan   biaya   yang cukup    besar.

Berdasarkan    Pasal  28D    ayat  (1)  UUD 1945    menyebutkan     bahwa     Setiap orang   berhak   atas   pengakuan,    jaminan,     perlindungan,    dan     kepastian hukum    yang adil serta   perlakuan   yang sama  dihadapan   hukum.   Ketentuan tersebut   memberikan   konsekuensi   bahwa  negara  wajib untuk    menyediakan sarana  dan   fasilitas   bagi  warga  negara   untuk     dapat   memperoleh   layanan hukum    dan   keadilan.   Dalam  rangka  menjalankan   amanat     konstitusi  untuk menjangkau    akses   keadilan    bagi   masyarakat    dan    pencari      keadilan    di daerah-daerah    yang  jauh    dari   lokasi     pengadilan,      maka    dibentuk     85 pengadilan     baru     agar      lebih      memudahkan       bagi     masyarakat      untuk mendapatkan   layanahnhukum    dan   keadilan.

Ketua Mahkamah Agung berharap dengan berdirinya pengadilan-pengadilan baru tersebut dapat memberikan kemudahan akses keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat, agar dapat mewujudkan prinsip penyelenggaraan peradilan yang sederhana, cepat dan biaya ringan.

Kepala  Biro  Hukum  dan  Humas  MA

Dr.  Abdullah,  SH.,  MS.

Copyright ©2026 | Pengadilan Negeri Pemalang | Templates by Mahkamah Agung